2
Okt
Oleh rama catur pada Aqidah. Ditandai:Dimana Allah. Tinggalkan sebuah Komentar
Abdul Hakim bin Amir Abdat
Halaman tiga dari tiga tulisan
Keempat
Keterangan Para Sahabat Nabi SAW, dan Ulama-Ulama Islam.
Adapun keterangan dari para sahabat Nabi SAW, dan Imam-imam kita serta para Ulama dalam masalah ini sangat banyak sekali, yang tidak mungkin kami turunkan satu persatu dalam risalah kecil ini, kecuali beberapa diantaranya.
- Umar bin Khatab pernah mengatakan :
Artinya :
“Hanyasanya segala urusan itu (datang/keputusannya) dari sini”. Sambil Umar mengisyaratkan tangannya ke langit ” [Imam Dzahabi di kitabnya "Al-Uluw" hal : 103. mengatakan : Sanadnya seperti Matahari (yakni terang benderang keshahihannya)].
- Ibnu Mas’ud berkata : Artinya : “‘Arsy itu di atas air dan Allah ‘Azza wa Jalla di atas ‘Arsy, Ia mengetahui apa-apa yang kamu kerjakan”.
Riwayat ini shahih dikeluarkan oleh Imam Thabrani di kitabnya “Al-Mu’jam Kabir” No. 8987. dan lain-lain Imam.
Imam Dzahabi di kitabnya “Al-Uluw” hal : 103 berkata : sanadnya shahih,dan Muhammad Nashiruddin Al-Albani menyetujuinya (beliau meringkas dan mentakhrij hadits ini di kitab Al-Uluw).
Lanjutkan membaca
2
Okt
Oleh rama catur pada Aqidah. Ditandai:Allah, Dimana, Dimana Allah. Tinggalkan sebuah Komentar
Abdul Hakim bin Amir Abdat
Halaman dua dari tiga tulisan
Ketiga
Penunjukan Beberapa Dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang Shahih
Firman Allah ‘Azza wa Jalla.
Artinya :
“Apakah kamu merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit, bahwa Ia akan menenggelamkan ke dalam bumi, maka tiba-tiba ia (bumi) bergoncang ?” (Al-Mulk : 16)
“Ataukah kamu (memang) merasa aman terhadap DZAT yang di atas langit bahwa Ia akan mengirim kepada kamu angin yang mengandung batu kerikil ? Maka kamu akan mengetahui bagaimana ancaman-Ku”. (Al-Mulk : 17).
Berkata Imam Ibnu Khuzaimah -setelah membawakan dua ayat di atas di kitabnya “At-Tauhid” (hal : 115).
Artinya :
“Bukankah Ia telah memberitahukan kepada kita -wahai orang yang berakal- yaitu ; apa yang ada diantara keduanya sesungguhnya Ia di atas langit”.
Berkata Imam Abul Hasan Al-Asy’ary di kitabnya “Al-Ibanah Fi Ushulid-diayaanah hal : 48) setelah membawakan ayat di atas : “Di atas langit-langit itu adalah ‘Arsy, maka tatkala ‘Arsy berada di atas langit-langit. Ia berfirman : “Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang berada di atas langit ?” Karena sesungguhnya Ia istiwaa (bersemayam) di atas ‘Arsy yang berada di atas langit, dan tiap-tiap yang tinggi itu dinamakan ‘As-Samaa” (langit), maka ‘Arsy berada di atas langit. Bukankah yang dimaksud apabila Ia berfirman : “Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat yang diatas langit ?” yakni seluruh langit ! Tetapi yang Ia kehendaki adalah ‘Arsy yang berada di atas langit”.
Lanjutkan membaca
2
Okt
Oleh rama catur pada Aqidah. Tinggalkan sebuah Komentar
Ust. Abdul Hakim bin Amir Abdat
Halaman satu dari tiga tulisan
Saya akan menjelaskan salah satu aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah, yang telah hilang dari dada sebagian kaum muslimin, yaitu : tentang istiwaa Allah di atas Arsy-Nya yang sesuai dengan kebesaran dan kemuliaan-Nya. Sehingga bila kita bertanya kepada saudara kita ; Dimana Allah ? Kita akan mendapat dua jawaban yang bathil bahkan sebagiannya kufur..! :
- Allah ada pada diri kita ini ..!
- Allah dimana-mana di segala tempat !
Jawaban yang pertama berasal dari kaum wihdatul wujud (kesatuan wujud Allah dengan manusia) yang telah dikafirkan oleh para Ulama kita yang dahulu dan sekarang. Sedangkan jawaban yang kedua keluar dari kaum Jahmiyyah (faham yang menghilangkan sifat-sifat Allah) dan Mu’tazilah, serta mereka yang sefaham dengan keduanya dari ahlul bid’ah.
Lanjutkan membaca
30
Sep
Oleh rama catur pada Sejarah Islam. Tinggalkan sebuah Komentar
E. Bagaimana Memahami Siroh Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Seorang yang ingin memahami siroh Nabi dengan benar dan akurat harus kembali mempelajari, merenungkan dan meneliti sumber-sumber pengambilan siroh tersebut dengan memperhatikan metode-metode penulisan siroh Nabi yang telah ditulis para ulama dengan memandang hal-hal sebagai berikut:
1. Meyakini bahwa As Sunnah An Nabawiyah adalah wahyu dari Allah ta’ala dan siroh merupakan bagian dari Sunnah tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَلاَ إِنِّيْ أُوْتِيْتُ الْقُرْآنَ وَ مِثْلَهُ مَعَهُ
“Ketahuilah bahwa diturunkan kepadaku Al Quran dan yang semisalnya bersamanya.”
Lanjutkan membaca
30
Sep
Oleh rama catur pada Sejarah Islam. Tinggalkan sebuah Komentar
D. Sumber Pengambilan Siroh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam
Sesungguhnya siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam -secara hakikatnya- adalah ibarat dari risalah yang beliau bawa kepada masyarakat manusia, oleh karena itu sudah selayaknya untuk ditayangkan dalam bentuk yang benar, akurat dan terperinci, sehingga bisa bermanfaat bagi kaum muslimin seluruhnya, maka untuk mencapai hal itu perlu kita menengok kembali kepada sumber-sumber pengambilan siroh tersebut.
Adapun sumber-sumber pengambilan siroh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menjadi sumber rujukan para ulama dalam menjelaskan siroh tersebut dapat diglobalkan menjadi 8 sumber, yaitu:
Lanjutkan membaca
Komentar