<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Forum</title>
	<atom:link href="http://ramacatur.wordpress.com/forum/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ramacatur.wordpress.com</link>
	<description>Islam yang Sebenarnya dan Teknologi yang mendukung perkembangannya</description>
	<lastBuildDate>Fri, 04 Dec 2009 07:35:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: rama catur</title>
		<link>http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-27</link>
		<dc:creator>rama catur</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Apr 2008 12:54:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-27</guid>
		<description>Assalamualaikum Wr. Wb.

Akhi mothi, terima kasih sudah membri jawaban dari diskusi pertama ini.

Dalam menajawab persoalan agama kita harus berpegang teguh dengan al qur&#039;an dan hadits yang di pahami oleh para sahabat. mengapa harus di pahami oleh para sahabat...? karena para sahabat merupakan kader terbaik yang ada di dunia ini dan para sahabatlah yang hidup bersama nabi dan mengerti sebab nusabab turunnya wahyu. Sehingga hati2 ya akhi bila akhi belajar al quran dengan bukan pemahamn sahabat, itu  merupakan kesalahan yang besar.

Dalam jawaban akhi dapat saya simpulkan bahwa Allah ada di mana-mana. HAti-hati akhi, jawaban anda adalah Jawaban dari pemahaman tasawuf (orang-orang sufi). Ingat, yang ini merupakan pemahaman sesat..............

Sudah jelas dalam surat Al-A&#039;raf :54,  ALLAh berfirman &quot;Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas &#039;Arsy&quot;.

Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak perempuan milik Mua&#039;wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu&#039;awiyah :
Artinya:
&quot;Beliau bertanya kepadanya : &quot;Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : &quot;Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : &quot;Siapakah Aku ..?&quot;. Jawab budak itu : &quot;Engkau adalah Rasulullah&quot;. Beliau bersabda : &quot;Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu&#039;minah (seorang perempuan yang beriman)&quot;.

Semoga jawaban ini bisa merubah pemikiran akhi selama ini. 

Wallahua&#039;lam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamualaikum Wr. Wb.</p>
<p>Akhi mothi, terima kasih sudah membri jawaban dari diskusi pertama ini.</p>
<p>Dalam menajawab persoalan agama kita harus berpegang teguh dengan al qur&#8217;an dan hadits yang di pahami oleh para sahabat. mengapa harus di pahami oleh para sahabat&#8230;? karena para sahabat merupakan kader terbaik yang ada di dunia ini dan para sahabatlah yang hidup bersama nabi dan mengerti sebab nusabab turunnya wahyu. Sehingga hati2 ya akhi bila akhi belajar al quran dengan bukan pemahamn sahabat, itu  merupakan kesalahan yang besar.</p>
<p>Dalam jawaban akhi dapat saya simpulkan bahwa Allah ada di mana-mana. HAti-hati akhi, jawaban anda adalah Jawaban dari pemahaman tasawuf (orang-orang sufi). Ingat, yang ini merupakan pemahaman sesat&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Sudah jelas dalam surat Al-A&#8217;raf :54,  ALLAh berfirman &#8220;Sesungguhnya Tuhan kamu itu Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian ia istiwaa (bersemayam) di atas &#8216;Arsy&#8221;.</p>
<p>Rasulullah SAW pernah mengajukan pertanyaan kepada seorang budak perempuan milik Mua&#8217;wiyah bin Al-Hakam As-Sulamy sebagai ujian keimanan sebelum ia dimerdekakan oleh tuannya yaitu Mu&#8217;awiyah :<br />
Artinya:<br />
&#8220;Beliau bertanya kepadanya : &#8220;Di manakah Allah ?. Jawab budak perempuan : &#8220;Di atas langit. Beliau bertanya (lagi) : &#8220;Siapakah Aku ..?&#8221;. Jawab budak itu : &#8220;Engkau adalah Rasulullah&#8221;. Beliau bersabda : &#8220;Merdekakan ia ! .. karena sesungguhnya ia mu&#8217;minah (seorang perempuan yang beriman)&#8221;.</p>
<p>Semoga jawaban ini bisa merubah pemikiran akhi selama ini. </p>
<p>Wallahua&#8217;lam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: mothy, yoUr frienD</title>
		<link>http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-26</link>
		<dc:creator>mothy, yoUr frienD</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2008 13:01:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-26</guid>
		<description>Selama ini, dari cerita-cerita yang berkembang, kita diarahkan kepada suatu pengertian bahwa Adam dan Hawa diciptakan di Surga. Surga itu digambarkan terletak di suatu alam ghaib, di langit sana. Di sebuah ”negeri atas awan” yang tidak ada lagi penjelasannya.
Sebenarnya pendapat ini terimbas oleh cerita-cerita tradisional bahwa ”alam Tuhan” itu selalu berada di langit. Seiring dengan ”alam dewa-dewa” dalam cerita-cerita pewayangan yang diadaptasi dari agama di luar Islam.
Alam dewa dan alam Tuhan selalu dikaitkan dengan alam tinggi, yang dipersepsi berada di langit – dalam arti ruang yang sesungguhnya. Sehingga kita sering mendengar cerita-cerita tentang ”turunnya” para dewa-dewi, bidadari, atau bahkan ”Tuhan” sendiri turun dari langit nun jauh disana menuju ke Bumi.
Sebenarnya konsep seperti ini bukan konsep Islam, melainkan konsep agama-agama pagan yang justru diluruskan oleh datangnya Islam yang dibawa oleh keluarga Nabi Ibrahim – termasuk keturunan terakhirnya rasulullah Muhammad saw.
Agama pagan adalah agama yang menyembah dewa-dewi dan unsur-unsur alam. Diantaranya adalah agama penyembah matahari, bintang, bulan, penyembah api, penyembah pepohonan, gunung-gunung, dan lain sebagainya. Dan tanpa disadari, doktrin-doktrin agama pagan ini meresap dalam pemahaman umat Islam dalam banyak konsep keimanannya, termasuk keimanan kepada Allah.
Banyak diantara kita yang menganggap Allah adalah Tuhan yang bertempat didalam Surga, atau di alam Akhirat, atau di langit yang ke tujuh, di Sidratul Muntaha, atau di alam yang tinggi, diatas awan sana. Sebuah negeri dongeng jaman dahulu kala yang tidak pernah kita temui ketika kita naik pesawat ruang angkasa sekalipun.
Karena itu banyak diantara umat Islam yang berpendapat bahwa untuk bertemu Allah maka kita harus mengarungi jarak ke langit, ke luar angkasa sana. Sebab dalam persepsi mereka, Allah tidak berada di Bumi, tetapi Allah itu di langit, jauh dari kita.
Sungguh ini bukan konsep al Qur’an. Ini bukan konsep Islam. Ini adalah konsep agama-agama pagan. Karena dalam Islam dan al Qur’an, Allah adalah Dzat Maha Besar yang tidak menempati ruang. Justru Dia meliputi ruang, sebesar apapun ruang itu, termasuk ruang alam semesta yang tidak diketahui tepinya hingga kini.
Didalam berbagai ayat, justru Allah digambarkan memenuhi seluruh ruang. Bahkan ruang itu sendiri tidak muat untuk mewadahi Dzat-Nya yang Maha Besar. Justru ruang itu yang berada didalam-Nya. Maka di dalam Islam digambarkan bahwa Allah berada ”dimana-mana” sekaligus, dalam ketunggalan-Nya. Dan didalam al Qur’an dijelaskan kemana pun kita menghadap, kita akan berhadapan dengan Dzat Allah itu.

QS Qaaf (50) : 16
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”.

QS Al Baqarah (2) : 115
”Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah kamu berhadapan dengan wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”.

Salah satu kepahaman agama pagan yang sangat melekat pada kepahaman umat Islam adalah bahwa Allah itu berada di Surga yang dipersepsi sebagai suatu istana indah yang berada di atas langit. Jauh dari Bumi.
Islam sebenarnya tidak pernah mengajarkan pemahaman seperti ini. Akan tetapi, banyak diantara kita yang berpendapat bahwa untuk bisa bertemu Allah kita harus berada di Surga. Dan selama masih di Bumi, pertemuan itu tidak akan pernah terjadi.
Al Qur’an justru mengajarkan kepada kita bahwa untuk bertemu Allah kita tidak perlu harus ke Surga dulu. Semenjak di dunia ini kita sudah bisa bertemu Allah dimana-mana. Kemanapun kita menghadap, kita akan bertemu dengan Allah.
Di dalam sholat bertemu Allah, di dalam dzikir bertemu Allah, saat puasa bertemu Allah, saat haji pun bertemu Allah. Bahkan dalam seluruh aktifitas kita sehari-hari kita bisa bertemu Allah, asalkan kta tahu caranya, seperti yang diajarkan al Qur’an, dan disampaikan rasulullah Muhammad saw kepada kita.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini, dari cerita-cerita yang berkembang, kita diarahkan kepada suatu pengertian bahwa Adam dan Hawa diciptakan di Surga. Surga itu digambarkan terletak di suatu alam ghaib, di langit sana. Di sebuah ”negeri atas awan” yang tidak ada lagi penjelasannya.<br />
Sebenarnya pendapat ini terimbas oleh cerita-cerita tradisional bahwa ”alam Tuhan” itu selalu berada di langit. Seiring dengan ”alam dewa-dewa” dalam cerita-cerita pewayangan yang diadaptasi dari agama di luar Islam.<br />
Alam dewa dan alam Tuhan selalu dikaitkan dengan alam tinggi, yang dipersepsi berada di langit – dalam arti ruang yang sesungguhnya. Sehingga kita sering mendengar cerita-cerita tentang ”turunnya” para dewa-dewi, bidadari, atau bahkan ”Tuhan” sendiri turun dari langit nun jauh disana menuju ke Bumi.<br />
Sebenarnya konsep seperti ini bukan konsep Islam, melainkan konsep agama-agama pagan yang justru diluruskan oleh datangnya Islam yang dibawa oleh keluarga Nabi Ibrahim – termasuk keturunan terakhirnya rasulullah Muhammad saw.<br />
Agama pagan adalah agama yang menyembah dewa-dewi dan unsur-unsur alam. Diantaranya adalah agama penyembah matahari, bintang, bulan, penyembah api, penyembah pepohonan, gunung-gunung, dan lain sebagainya. Dan tanpa disadari, doktrin-doktrin agama pagan ini meresap dalam pemahaman umat Islam dalam banyak konsep keimanannya, termasuk keimanan kepada Allah.<br />
Banyak diantara kita yang menganggap Allah adalah Tuhan yang bertempat didalam Surga, atau di alam Akhirat, atau di langit yang ke tujuh, di Sidratul Muntaha, atau di alam yang tinggi, diatas awan sana. Sebuah negeri dongeng jaman dahulu kala yang tidak pernah kita temui ketika kita naik pesawat ruang angkasa sekalipun.<br />
Karena itu banyak diantara umat Islam yang berpendapat bahwa untuk bertemu Allah maka kita harus mengarungi jarak ke langit, ke luar angkasa sana. Sebab dalam persepsi mereka, Allah tidak berada di Bumi, tetapi Allah itu di langit, jauh dari kita.<br />
Sungguh ini bukan konsep al Qur’an. Ini bukan konsep Islam. Ini adalah konsep agama-agama pagan. Karena dalam Islam dan al Qur’an, Allah adalah Dzat Maha Besar yang tidak menempati ruang. Justru Dia meliputi ruang, sebesar apapun ruang itu, termasuk ruang alam semesta yang tidak diketahui tepinya hingga kini.<br />
Didalam berbagai ayat, justru Allah digambarkan memenuhi seluruh ruang. Bahkan ruang itu sendiri tidak muat untuk mewadahi Dzat-Nya yang Maha Besar. Justru ruang itu yang berada didalam-Nya. Maka di dalam Islam digambarkan bahwa Allah berada ”dimana-mana” sekaligus, dalam ketunggalan-Nya. Dan didalam al Qur’an dijelaskan kemana pun kita menghadap, kita akan berhadapan dengan Dzat Allah itu.</p>
<p>QS Qaaf (50) : 16<br />
”Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya”.</p>
<p>QS Al Baqarah (2) : 115<br />
”Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap, disitulah kamu berhadapan dengan wajah Allah. Sesungguhnya Allah Maha Luas lagi Maha Mengetahui”.</p>
<p>Salah satu kepahaman agama pagan yang sangat melekat pada kepahaman umat Islam adalah bahwa Allah itu berada di Surga yang dipersepsi sebagai suatu istana indah yang berada di atas langit. Jauh dari Bumi.<br />
Islam sebenarnya tidak pernah mengajarkan pemahaman seperti ini. Akan tetapi, banyak diantara kita yang berpendapat bahwa untuk bisa bertemu Allah kita harus berada di Surga. Dan selama masih di Bumi, pertemuan itu tidak akan pernah terjadi.<br />
Al Qur’an justru mengajarkan kepada kita bahwa untuk bertemu Allah kita tidak perlu harus ke Surga dulu. Semenjak di dunia ini kita sudah bisa bertemu Allah dimana-mana. Kemanapun kita menghadap, kita akan bertemu dengan Allah.<br />
Di dalam sholat bertemu Allah, di dalam dzikir bertemu Allah, saat puasa bertemu Allah, saat haji pun bertemu Allah. Bahkan dalam seluruh aktifitas kita sehari-hari kita bisa bertemu Allah, asalkan kta tahu caranya, seperti yang diajarkan al Qur’an, dan disampaikan rasulullah Muhammad saw kepada kita.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: I Putu Indra</title>
		<link>http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-24</link>
		<dc:creator>I Putu Indra</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Apr 2008 07:10:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-24</guid>
		<description>sukses selalu.........</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sukses selalu&#8230;&#8230;&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rama catur</title>
		<link>http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-18</link>
		<dc:creator>rama catur</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2008 15:38:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-18</guid>
		<description>ADA sebuah pertanyaan yang menarik,

DIMANAKAH ALLAH BERADA...?????

Teman-teman yang mau menjawab, kami persilahkan...

-admin-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ADA sebuah pertanyaan yang menarik,</p>
<p>DIMANAKAH ALLAH BERADA&#8230;?????</p>
<p>Teman-teman yang mau menjawab, kami persilahkan&#8230;</p>
<p>-admin-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: rama catur</title>
		<link>http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-8</link>
		<dc:creator>rama catur</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Mar 2008 01:10:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://ramacatur.wordpress.com/forum/#comment-8</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum
Silahkan Akhwat and Ikhwan berdiskusi di sini.....

-admin-</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum<br />
Silahkan Akhwat and Ikhwan berdiskusi di sini&#8230;..</p>
<p>-admin-</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
